Riset: Biseksual Cenderung Tidak Bahagia
Dapatkah Anda benar-benar melakukan dua praktek seks alias biseksual? Mampu melakukan hubungan seks dengan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan Anda. Sebagian orang dapat. Biseksualitas, terutama pada perempuan semakin jelas terlihat dalam kultur populer, begitu dikatakan ahli psikologi dan terapi seks terkenal
Joel D. Block Ph.D.
Pada bulan Juli 1995, majalah Newsweek mengungkapkan cover story tentang "identitas seksual baru", suatu petunjuk bahwa konsep biseksualitas telah banyak terjadi.
Salah satu arti kata "bi" dalam bahasa latin adalah dua. Biseksualitas berarti memiliki responsivitas seksual terhadap kedua jenis kelamin. Biseksualitas yang sejati, menurut Dr Block, lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Laki-laki normal biasanya akan menolak gagasan mencari pengalaman seksual dengan laki-laki lain. Sedangkan perempuan, meski pun tidak memiliki kecenderungan ke arah biseksualitas, tidak akan bereaksi secara berapi-api terhadap gagasan seksual dengan perempuan lain.
"Lebih mudah bagi perempuan heteroseksual memiliki hubungan sejenis, karena perempuan rata-rata memiliki persahabatan yang erat dan penuh perasaan dengan kawan perempuannya," jelasnya.
Terdapat beberapa alasan untuk mempercayai bahwa banyak orang memiliki suatu tingkat ketertarikan bawah sadar dengan kedua jenis kelamin. Sigmund Freud, berpendapat bahwa kita semua memiliki biseksual bawaan tetapi sebagian besar dari kita mengalami represi pada salah satu sisi.
Anda ingin tahu seperti apa kasusnya? Kira-kira seperti yang dialami seorang perempuan berikut ini:
"Saya mencintai pasangan laki-laki saya, tetapi tidak mendapatkan kepuasan emosional yang saya butuhkan darinya. Hubungan saya dengan seorang perempuan dimulai sebagai persahabatan. Dalam dua tahun kami semakin erat, dan sangat intim secara emosional. Kami menjadi tertarik secara fisik satu sama lain. Kemudian pada suatu hari, hal itu terjadi. Kami berciuman dan tidak berhenti sampai disitu…." (Secrets of Better Sex)
Apakah saat ini Anda menikmati hubungan itu friends? Tidak ada yang salah dengan itu, karena hak Anda untuk melakukannya. Tapi, selanjutnya Anda akan mengalami banyak masalah-masalah kesehatan. Sebab beban mental Anda jauh lebih berat dibandingkan mereka yang menjalani kehidupan heteroseksual atau homoseksual.
Studi yang dilakukan di Australia dan dipublikasikan pada bulan Mei 2002 ini dalam British Journal of Psychiatry menemukan bahwa orang dewasa yang menjalani kehidupan seksual ganda akan mengalami perasaan-perasaan seperti cemas, depresi dan rasa bersalah yang sangat mendalam.
Ok, sekarang Anda tahu yang muncul kemudian adalah rasa bersalah yang hebat. Perasaan bersalah pada pasangan kita dan perasaan cemas karena melakukan kehidupan seks tidak normal. Sama seperti yang dialami pasangan biseksual di atas setelah mereka melakukan hubungan intim?
"Kami berdua merasa malu dan bersalah setelahnya. Beberapa hari kami takut membicarakan hal itu. Itu bukan kebiasaan kami, karena kami selalu membicarakan segala sesuatunya secara langsung. Kami memutuskan tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi, tetapi kami kembali melakukannya. Hal itu telah berjalan bertahun-tahun sampai sekarang. Kami tidak berpikir untuk meninggalkan pasangan laki-laki kami. Ini hanya sesuatu yang kami butuhkan, sesuatu yang tidak kami dapatkan dari laki-laki."
Sayang, mereka memilih untuk mempertahankan hubungan itu. Tapi itulah pilihannya. Apakah mereka bahagia? Menurut penelitian, tidak sama sekali. Ini artinya mereka semakin memelihara rasa bersalah, cemas dan depresi dan membawanya terus menerus dalam kehidupan mereka.
"Masalah-masalah mental sangat mungkin terjadi, karena mereka kebingungan dan tidak memiliki orientasi seksual yang jelas, apakah ia homoseksual atau heteroseksual? Dan ini merupakan faktor pemicu stres, belum lagi perasaan bersalah atau tekanan dari lingkungan sosial-nya karena melakukan kehidupan seks yang berbeda dengan orang lain." kata pimpinan riset tersebut sebagaimana dikutip Reuters Health.
Kondisi yang sama juga dialami kaum homoseksual tapi tidak sehebat tekanan mental yang dialami kaum biseksual. Pada situasi yang semakin tidak terkendali para biseksual yang harus menjalani kehidupan seksual ganda -karena mereka juga punya pasangan resmi- akan semakin bingung dan cenderung melakukan usaha bunuh diri atau melukai diri sendiri secara sengaja (wah gawat..!)
Dalam penelitian yang melibatkan 4.824 biseksual berusia 20-44 tahun pada tahun 1999-2001, ditemukan: prosentase perempuan yang menjalani kehidupan biseksual jauh lebih besar dibandingkan laki-laki, bahkan dalam selisih angka yang cukup signifikan (angka tidak ditulis, karena akan memusingkan Anda membacanya).
Beban yang akan terus dipendam atau..?
Begitulah faktanya friends, misalnya masalah tersebut terjadi dalam kehidupan Anda saat ini, akankah kecemasan-kecemasan itu, rasa bersalah itu, akan terus dibiarkan menumpuk sampai Anda merasa tidak berdaya? Sampai Anda merasa lemah, payah, dan tidak sanggup menghadapi masalah tambahan betapa pun kecilnya.
Dalam keadaan ini, menurut para pakar psikologi, Anda merasa seolah-olah tidak mampu berbuat apapun, bahkan Anda tidak mampu mengendalikan hidup Anda sendiri dan selanjutnya Anda sungguh-sungguh demikian. Ini cara yang sangat tidak produktif untuk menghabiskan tahun-tahun terbaik hidup Anda. Maka, ini sesuatu yang perlu -dan dapat - diubah dengan segera.
Catatan: Sebaiknya Anda bertanya kepada diri sendiri apakah kecemasan, rasa bersalah, stres atau depresi yang timbul, cukup berharga untuk Anda pelihara. Anda harus memutuskan apakah akan menghabiskan sisa hidup Anda untuk rasa bersalah itu atau segera memutuskan untuk berbuat sesuatu guna mengatasinya. Ini keputusan yang sulit, tetapi mudah-mudahan Anda akan memilih yang belakangan. Begitu kan kawan..? (zrp)